Header Ads Widget

KPK

6/recent/ticker-posts

Tradisi Penjamasan Dhuaja Korem 163/WSA Di Pura Gunung Kawi Dalam Rangka HUT Ke-64

 



Gianyar – Tampaksiring, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Korem 163/Wira Satya sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol, sejarah dan menjalankan tradisi satuan, telah dilaksanakan kegiatan Penjamasan Dhuaja Korem 163/WSA di Pura Gunung Kawi, Banjar Penaka, Desa/Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, pada Minggu (23/2/2025). 


Rangkaian acara diawali dengan penanaman pohon Soka Asti oleh Danrem 163/WSA Brigadir Jenderal TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, SH., yang didampingi oleh Kasrem 163/WSA Kolonel Inf Davit Beni Upeni, Dandim 1616/Gianyar Letkol Cpn I Gede Winarsa, S.H., M.Han., Para Dandim, dan Bendesa Pura, serta tamu undangan di area Jaba Sisi Pura, selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan penyambutan Dhuaja Korem 163/WSA di Jaba Tengah Pura Gunung Kawi, yang ditandai dengan pembukaan selubung Dhuaja oleh Danrem 163/WSA dan prosesi upacara/ritual penyambutan serta penyucian yang dipimpin oleh Jro Mangku Ketut Wirawan, dan Prosesi diakhiri dengan penutupan Dhuaja Korem 163/WSA oleh Danrem.


Dalam kesempatan tersebut Bendesa Pura Gunung Kawi, I Ketut Nuarka, menyampaikan bahwa masyarakat Banjar Penaka dengan penuh sukacita menyambut acara Penjamasan Dhuaja yang telah menjadi tradisi sejak puluhan tahun silam. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga berpotensi menarik lebih banyak wisatawan domestik untuk mengunjungi Pura Gunung Kawi yang kaya akan nilai sejarah dan kepurbakalaan.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kawasan Gunung Kawi memiliki nilai historis yang tinggi, terutama terkait dengan Raja Udayana beserta putra-putranya, Marakata dan Anak Wungsu. Kompleks candi tebing yang terdapat di sekitar Pura Gunung Kawi diyakini sebagai tempat penghormatan kepada mereka serta para pembesar kerajaan.


Sementara itu, Danrem 163/WSA dalam sambutannya menegaskan bahwa upacara Penjamasan Dhuaja Korem 163/WSA bukan sekadar tradisi atau seremoni, tetapi memiliki makna mendalam dalam menyucikan Dhuaja sebagai simbol satuan. Ia mengajak seluruh prajurit untuk meneladani semangat juang Prabu Marakata dan selalu menjalankan tugas dengan tulus dan tanpa pamrih.


Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan pengempon Pura Gunung Kawi, Danrem 163/WSA juga menyerahkan dana punia yang diterima langsung oleh Bendesa Pura Gunung Kawi. Kehadiran berbagai unsur, termasuk tokoh agama, tokoh adat, serta prajurit jajaran Korem 163/WSA, menambah khidmat jalannya upacara.


Hadir dalam kegiatan ini antara lain Danrem 163/WSA Brigadir Jenderal TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, SH., beserta Ibu, Kasrem 163/WSA Kolonel Inf Davit Beni Upeni, Kasiren Korem 163/WSA Kolonel Czi Zamroni, S.Sos., M.S., Para Kasirem 163/WSA, Para Dandim Jajaran Korem 163/WSA, Dan/Ka Balak Ajurem 163/WSA, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Banjar Penaka.


Dengan terlaksananya tradisi Penjamasan Dhuaja Korem 163/WSA ini, diharapkan semangat juang dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sejarah satuan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.









(Cahaya)