Bangli, KPK - Seluruh Babinsa Koramil 1626-01/Bangli wilayah Kecamatan Bangli, Secara terus menerus aktif melaksanakan himbauan dan edukasi kepada warga di wilayah binaannya untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus covid 19.Jumat (01/10/2021)
Hal ini adalah bentuk dari respon Babinsa terhadap wilayah binaannya, menyikapi situasi terakhir di mana wilayah Kabupaten Bangli, masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum dinyatakan berakhir, akibat masih ditemukannya warga yang terkonfirmasi Covid-19, menyikapi kondisi ini Babinsa sekaligus memanfaatkan waktu tersebut dengan melaksanakan edukasi penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari – hari sebagai adaptasi kebiasaan baru bagi warganya.
Selain untuk menjaga situasi keamanan di wilayah binaanya, Babinsa juga menyampaikan anjuran pemerintah dalam rangka memutus penyebaran covid 19 dengan mengurangi kegiatan diluar rumah, kalaupun terpaksa untuk hal-hal urgen harus menggunakan masker, rajin cuci tangan dan menghindari kerumunan.
“Kesadaran warga untuk mematuhi protokol kesehatan akhir-akhir ini agak mengendor, mungkin dikarenakan mengalami kejenuhan secara psikis setelah berbulan-bulan mengalami situasi yang tidak menentu dengan adanya wabah ini,” Pungkas Babinsa.
Sementara itu, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, S.I.P mengatakan himbauan dan edukasi yang dilakukan personel Kodim 1626/Bangli bersama tim satgas gotong royong Desa Adat adalah sebagai wujud nyata untuk menekan penyebaran Covid-19 karena pandemi Covid-19 belum berakhir diharapkan masyarakat agar tetap menaati protokol kesehatan baik 3M dan 3T.
Mengajak masyarakat Bangli untuk mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Bangli. Disiplin Protokol Kesehatan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) sebagai Pilar pengendalian dan mengakhiri pandemi, harus dilakukan bersama dengan 3T (Testing, Tracking dan Treatment). "Ucapnya.
Dihimbau seluruh masyarakat harus memahami, sehingga keduanya harus dilakukan secara bersamaan, tidak bisa dilakukan hanya salah satu, kita harus melakukan 3M dan 3T kepada seluruh masyarakat." Pungkasnya. (Cahaya)